Kamis, 01 Mei 2014

PENELITIAN PENGAJARAN


        Kata penelitian terdiri atas kata dasar teliti dan konfiks pe-an. Konfiks pe-an   dalam kata tersebut bermakna proses. Kata teliti pada kata penelitian jika kita telaah lebih dalam dengan rasa bahasa, memiliki makna yang lebih dinamis dibanding kata teliti pada kata ketelitian. Sebagai akibat penggunaan konfiks pe-an, kata teliti pada kata penelitian sejajar dengan makna kegiatan meneliti, maknanya terasa lebih ditekankan pada suatu proses kegiatan mencari, menemukan dan menelaah. Berbeda jika kata teliti itu diberi afiks ke-an menjadi kata ketelitian, maknanya akan terasa lebih menekankan pada makna hal dan hasil.

Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.


Metode penelitian adalah rangkaian dari cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menjelaskan prosedur / langkah-langkah yang harus dijalani, waktu penelitian, kondisi data dikumpulkan, sumber data serta dengan cara apa data tersebut dibuat dan diolah. Tujuan dari rancangan ini adalah menggunakan metode penelitian yang baik dan tepat, dirancang kegiatan yang bisa memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam penelitiaBerikut .    

   
 Macam-Macam Pendekatan Penelitian
1)      Penelitian Kuantitatif (Nana S. Sukmadinata, 2008:53)  Penelitian yang berdasarkan atas filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Suatu pendekatan penelitian yang metode analisisnya menggunakan angka-angka yang pengolahannya menggunakan metode statistik. Metode kuantitatif dibedakan menjadi dua macam, yaitu: non eksperimental dan eksperimental.
Ada beberapa metode penelitian yang bersifat noneksperimental, yaitu:
a.       Penelitian deskriptif, digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena dari suatu keadaan.
b.      Penelitian survai, digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini.
c.       Penelitian ekspos fakto, untuk meneliti hubungan sebab-akibat.
d.      Penelitian koparatif, digunakan untuk mengetahui perbedaan dalam aspek atau variabel yang diteliti.
e.       Penelitian koreasional, untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya.
f.        Peneltian tindakan, sebagai pemecahan masalah atau perbaikan.
g.       Peneltian dan pengembangan, digunakan mengembangkan dan menguji suatu program atau metode.

Untuk penelitian yang bersifat eksperimental memiliki beberapa variasi sebagai berikut:

a.       Eksperimen murni, merupakan pengujian atau pengukuran yang menggunakan tes baku.
b.      Eksperimen semu, penelitian yang pengontrolannya dilakukan terhadap satu variabel yang paling dominan.
c.       Eksperimen lemah, penelitian yang tidak ada pengontrolan variabel sama sekali.
d.      Eksperimen subjek tunggal, penelitian yang dilakukan terhadap subjek tunggal.

2)      Penelitian Kualitatif (Nana S. Sukmadinata, 2008:60)
Penelitian Kialitatif (Qualitatif research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk Mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian ini bersifat induktif: peneliti membiarkan permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi.

Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, antara lain: kualitatif interaktif dan non interaktif. Metode kualitatif interaktif, merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.

PERBEDAAN
PENELITIAN KUANTITATIF dengan PENELITIAN KUALITATIF
PENELITIAN KUANTITATIF
PENELITIAN KUALITATIF
1.      Berpijak pada konsep Positivistik
1.      Berpijak pada konsep Naturalistik
2.      Kenyataan berdimensi tunggal, fragmental terbatas, fixed.
2.      Kenyataan berdimensi jamak, kesatuan utuh, terbuka, berubah.
3.      Hubungan antara peneliti dengan objek lepas, peneliti dari luar dengan instrument standar yang objektif.
3.      Hubungan peneliti dengan objek berinteraksi, peneliti dari luar & dalam, peneliti sebagai instrument, bersifat subjektif, judgment.
4.      Seting penelitian buatan lepas dari tempat dan waktu.
4.      Seting penelitian alamiah, terkait tempat & waktu.
5.      Analisis kuantitatif, statistik, objektif.
5.      Analisis subjektif, intuitif, rasional.
6.      Hasil peneltian berupa inferensi, generalisasi, prediksi.
6.      Hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi, tentatif-situasional.
 Penelitian berdasarkan Tujuannya


1)      Peneltian Deskriptif (descriptive research) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (pemaparan/gambaran) suatu kejadian atau fenomena-fenomena sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam penelitian ini dapat digunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan dan pengukuran data yang berbentuk angka-angka. Serta dapat juga menggunakan pendekatan kualitatif, penggambaran keadaan secara naratif kualitatif. Penelitian yang berlangsung saat ini disebut penelitian deskriptif, sedangkan yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang disebut penelitian longitudinal.
2)      Penelitian Prediktif (predictive research) adalah penelitian yang ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan sutau kejadian yang akan terjadi pada masa mendatang yang berdasarkan kepada hasil analisis kejadian saat ini.
3)      Penelitian Improvetif (improvetive research) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program. Untuk memperbaiki atau menyempurnakan pelaksanaan program atau kegiatan digunakan penelitian tindakan (action research). Sedangkan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menghasilkan program yang standar digunakan penelitian pengembangan (development research). Penelitian eksperimental yang merupakan bagian dari metode penelitian dan pengembangan adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu hal terhadap hal lainnya.
4)      Penelitian Eksplanatif (explanative research) adalah penelitian yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel. Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan koreasional ataupun kontribusi dari satu variabel terhadap variabel lainnya atau hubungan sebab akibat.

  
v  Macam-Macam Penelitian berdasarkan Tempatnya
Macam-macam penelitian berdasarkan tempat menurut Iqbal Hasan (2006:5):
a.       Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau pada responden.
b.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian darri peneliti terdahulu.
c.       Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu (laboratorium) dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan.
v  Macam-Macam Penelitian berdasarkan Fungsinya
1)      Penelitian Dasar (basic research) adalah penelitian yang digunakan untuk pengujian, pengembangan atau memperbaiki suatu teori dengan sedikit atau tanpa memperhatikan kegunaanya dalam pendidikan. Penelitian ini biasanya dimanfaatkan untuk memecahkan suatu permasalahan dalam pendidikan.
2)      Penelitian Terapan (applied research) merupakan penelitian yang digunakan untuk menerapkan atau mengetahui hubungan antara teori dengan fakta/kenyataan. Sehingga dari penelitian tersebut dapat diketahui apa yang dapat dimanfaatkan dari teori tersebut dalam pendidikan. Penelitian terapan dapat menyediakan informasi pendukung atau sebagai bahan untuk merevisi suatu teori.
3)      Penelitian Evaluatif (evaluation research), digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan mengenai kelayakan suatu program dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor yang harus diperhatikan antara lain, efektivitas suatu program, biaya, tempat dan lain-lain.
4)      Penelitian Pengembangan (development research), penelitian yang digunakan untuk menguji hasil suatu penelitian di kehidupan nyata atau pengujian lapangan dengan melakukan berbagai revisi. Sehingga, dari hasil revisi tersebut diperoleh cara atau metode yang lebih baik dan efektiv untuk diterapkan.
5)      Penelitian Mendesak (action research), merupakan penelitian yang digunakan untuk menentukan cara atau metode dalam memecahkan suatu persoalan pendidikan yang tentunya sangat diperlukan dan sangat mendesak.

  Kecakapan (kemampuan, kesanggupan, kepandaian mengerjakan sesuatu)
  Normatif (berpegang teguh pada norma/kaidah yang berlaku)
  Estetika (cabang filsafat yang membahas tentang seni dan keindahahan serta tanggapan manusia terhadapnya)
  Persepsi (tanggapan langsung dari sesuatu)
  Identifikasi (menentukan atau menetapkan identitas orang,benda, dsb)
  Analisis (penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya)
  Sintesis (memadukan berbagai pengertian atau hal sehingga menjadi kesatuan yang selaras)
  Interpretasi (pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu)
  Fragmen (cuplikan/petikan, bagian/pecahan dari sesuatu)



  Sumber:
Sukmadinata, Nana S. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin. 2010. Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Lilin Persada.

Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.le
Wwww.google.com


0 komentar:

Posting Komentar